TENTANG PULAU

Pulau Tunda terletak di Laut Jawa di sebelah utara Teluk Banten, merupakan salah satu dari 17 pulau yang berada di Kabupaten Serang. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Seluruh Pulau Tunda masuk ke dalam satu desa yaitu Desa Wargasara yang dibagi atas dua kampung yaitu Kampung Barat dan Kampung Timur. Berdasarkan data Desa Wargasara tahun 2012, pulau dengan luas hampir 300 hektar ini, dihuni oleh 1.115 orang yang 80%-nya berprofesi sebagai nelayan, sedangkan sisanya bekerja sebagai petani, pedagang, wiraswasta, dan pegawai negeri sipil. Dari sisi kesejahteraan, penduduk Pulau Tunda masuk ke dalam kategori prasejahtera dan sejahtera 1.

Dahulu Pulau Tunda dikenal dengan nama Pulau Babi. Konon katanya jika dilihat dari atas, pulau ini berbentuk seperti babi yang sedang berbaring. Dalam Peta Maritim, pulau ini masih tertera dengan nama Pulau Babi. Ada banyak versi tentang asal muasal nama Pulau Tunda akan tetapi tidak ada satupun yang dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Pulau yang mulai dilirik sebagai tempat wisata, terutama wisata bahari snorkeling, menyelam dan memancing ini, dapat dicapai dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan Karangantu. Lama pelayaran sekitar 2-3 jam (tergantung cuaca). Wisata bahari tampaknya dilihat sebagai alternatif pekerjaan oleh beberapa penduduk pulau ini yang mulai beralih untuk menyewakan kapalnya mengantar wisatawan memancing. Permasalahan lingkungan yang patut dicatat dan berpotensi mengancam potensi wisata bahari yang ada di Pulau Tunda adalah sampah, tumpahan minyak, dan penggalian pasir.

 

KEGIATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN

Aktivitas yang diselenggarakan untuk anak-anak adalah kegiatan membaca buku di Rumah Baca Pulo Tunda. Cerita yang dibacakan adalah cerita yang dekat dengan keseharian mereka. Kegiatan membaca buku ini diikuti oleh sekitar 40 anak. Relawan juga menyerahkan berbagai sumbangan buku yang berhasil dikumpulkan untuk menambah koleksi taman baca ini.

Kegiatan yang dilakukan bersama ibu-ibu adalah berdiskusi seputar pengembangan pembuatan kerupuk ikan yang pemasarannya masih sangat sederhana yaitu mereka menitipkan kepada anak-anak yang bersekolah di luar pulau. Bahan baku ikan yang digunakan adalah ikan yang tidak laku jual.

Bersama pemuda dan bapak-bapak, kegiatan yang dilakukan oleh relawan adalah melakukan pemetaan partisipatif, khususnya untuk pengembangan wisata bahari yang dilakukan oleh Karang Taruna (Karta) dan Komunitas Lingkar Luar Bahari (LB). Pulau Tunda mulai mengembangkan wisata baharinya lewat tiga kegiatan utama, yaitu wisaata memancing, snorkeling, dan menyelam. Saat ini untuk wisata memancing para penggerak wisata tersebut menjalankan aktivitasnya secara individu. Sedangkan untuk wisata snorkeling dan menyelam, tercatat bahwa saat ini para penyelam lokal hanya memiliki sertifikasi open water. Alat selam yang hanya tersedia sejumlah 3 set juga menjadi kendala dalam pengembangan lebih lanjut potensi ini. Potensi wisata lainnya yang saat ini belum tergali adalah ekowisata mangrove. Di kawasan pasir timur Pulau Tunda terdapat hutan mangrove dengan ketebalan sekitar 100m.

 

HARI INSPIRASI

Kelas Inspirasi adalah kegiatan dimana para relawan memberikan inspirasi kepada anak-anak pulau melalui mengajar dan berinteraksi. Inspirasi yang dibagikan oleh para relawan inspirator disampaikan dengan cara yang berbeda. Ada yang bercerita tentang pekerjaan yang digeluti, diajak terlibat dalam permainan, menggambar dan mewarnai, sampai menghias dompet. Relawan inspirator berasal dari profesi yang berbeda, walau begitu anak-anak SD Pulo Tunda terlihat sangat senang dengan kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh para relawan.

Selain mengajar anak-anak SD, kegiatan inspirasi juga disalurkan untuk masyarakat dan lingkungan. Seluruh kegiatan kemudian ditutup dengan acara bancakan, yaitu makan bersama lesehan untuk mengakrabkan diri dengan masyarakat lokal. Selama tiga hari, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena semuanya diisi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Dengan adanya kegiatan inspirasi, diharapkan masyarakat Pulau Tunda dapat berkembang dan menjadi lebih baik.

 

Sumber : Buku KIJP Batch 5 #GenerasiJujur