PULAU TIDUNG, Batch 6

KIJP (Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau) tidaklah asing lagi di telinga para pecinta kegiatan sosial, terutama yang fokus pada pendidikan anak-anak. KIJP kali ini sudah memasuk batch yang ke-6 dan saya sendiri merasa bangga bisa bergabung. Pada batch 6 ini saya bisa mengikuti berbagai kegiatan dengan anak-anak pulau, mulai dari amazing race, hari inspirasi, dan kegiatan lainnya bersama relawan di Pulau Tidung.

22 September 207

 

Merupakan hari pertama di mana kami para relawan Pulau Tidung dari berbagai daerah memulai perjalanan dari Marina, Ancol. Setelah perjalanan laut yang cukup memakan waktu akhirnya kami tiba di pelabuhan Pulau Tidung. Kami disambut hangat oleh Tim Advance yang sudah berangkat terlebih dahulu. Tanpa perlu berlama-lama kami mengadakan pendekatan sesama relawan dan briefing secara singkat mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Para relawan segera beristirahat sejenak dan memulai kegiatan masyarakat dan lingkungan. Di Pulau Tidung kami memilih kegiatan amazing race yang dilakukan bersama anak-anak, sedangkan untuk masyarakat khususnya ibu-ibu ada workshop kinchaku.

                                            Photo by Harry Anggie

Dengan mengusung tema #AnakSantunItuKeren (#ASIK) kegiatan amazing race kali ini kami lakukan dengan membagi kegiatan di beberapa pos. Di setiap pos anak-anak diberikan tantangan yang harus diselesaikan bersama kelompoknya. Setelah menyelesaikan tantangan di setiap pos, anak-anak akan diberikan reward berupa sticker yang menandakan bahwa mereka “berhasil”. Di akhir kegiatan reward tersebut akan diakumulasikan sebagai penanda keberhasilan mereka.

                                            Photo by Mardiah

Selain menyelesaikan tantangan di setiap pos, anak-anak juga diarahkan untuk bisa mengetahui insight atau pesan moral dari tantangan tersebut. Seperti salah satu contohnya di pos ke-4 yaitu leadership, anak-anak diarahkan untuk bisa mengerti tentang arti dan peran kepemimpinan. Bagaimana ketika mereka menjadi seorang leader  atau sebaliknya. Bagaimana mereka harus bersikap ketika menjadi seorang anggota tim atau follower. Selain pos leadership, masih ada pos-pos lain yang juga tak kalah seru, seperti pos Creative, Teamwork (kerjasama), Pengetahuan Umum, dan Pos Anak sehat yang mengajarkan pentingnya memperhatikan cara cuci tangan dan mengonsumsi air mineral.

Di saat bersamaan, tak jauh dari SDN Tidung 01 (lokasi amazing race), sebagian relawan lainnya melakukan kegiatan bersama para ibu-ibu, yaitu workshop kinchaku. Kinchaku adalah salah satu teknik membuat tas jinjing ala Jepang. Para relawan dan ibu-ibu berkumpul di aula kecamatan. Harapannya kegiatan ini dapat membantu mereka mengasah kreatifitas serta kemampuan keterampilan tangan para ibu-ibu setempat. Sehingga mampu menghasilkan kerajinan tangan khas Pulau Tidung yang bisa menjadi sumber mata pencaharian. Mengingat Pulau Tidung merupakan salah satu pusat wisata yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

                                       Photo by Sasri Mulyani

Tidak banyak waktu yang kami habiskan untuk berleha-leha. Tenaga kami sudah terkuras karena perjalanan yang cukup panjang dan langsung berkegiatan dengan masyarakat setempat. Senyum tulus perlahan mulai muncul dari wajah lelah para relawan setelah berhasil melalui hari pertama serta mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kami pun beristirahat untuk menyambut hari esok, hari inspirasi.

23 September 2017

Pencatatan sejarah baru dimulai di tanggal ini. Di mana saya bersama dengan relawan lain melaksanakan ‘kegiatan belajar mengajar’ di 3 Sekolah Dasar yang berada di Pulau Tidung. Sebagai seorang relawan dokumentator kerap kali saya melihat dan jika beruntung menangkap momen unik yang terjadi di hari inspirasi. Dimulai dari anak-anak yang luar biasa aktif di dalam kelas, hingga relawan yang tak jarang kewalahan menghadapi mereka. Pada hari ini seluruh relawan pengajar yang notabene berbeda dari segi profesi, jabatan, juga latar belakang pendidikan memberikan sedikit cerita pengalaman baik itu mengenai pekerjaan yang digeluti, atau pun tentang nilai-nilai positif dalam kehidupan. Perbedaan yang ada ini berhasil membuat kami menyatu tanpa memandang bulu. Kami berhasil mendapatkan satu gelar yaitu relawan. Harapannya dengan kedatangan kami ke pulau bisa membawa pengaruh positif dan memperkaya pengetahuan anak-anak, baik itu tentang profesi atau hal postif lain.

                                            Photo by Eben Haizar

Selesai kegiatan hari inspirasi di sekolah, relawan kembali ke penginapan untuk makan siang dan istirahat. Kegiatan masyarakat dan lingkungan sudah kami maksimalkan di hari pertama datang, sehingga masih cukup waktu untuk menikmati keindahan alam Pulau Tidung bersama-sama. Ini merupakan cara kami untuk saling mengenal lebih dekat dengan relawan. Beberapa kegiatan olahraga air kami lakukan bersama. Kami beruntung karena Pulau Tidung adalah pulau wisata sehinga beberapa fasilitas publik telah tersedia. Salah satu keunikan Pulau Tidung adalah Jembatan Cinta. Menurut cerita masyarakat sekitar bahwa siapa yang berani melompat ke laut dari Jembatan Cinta dipercaya akan mendapatkan pasangan. Sebagai seorang yang masih single saya pun tidak melewatkan kesempatan ini. Saya mencoba melompat hingga tiga sampai empat kali. Berharap cerita masyarakat itu benar adanya.

Selesai kami berkegiatan di tepi pantai, para relawan pun kembali ke penginapan untuk bersiap pulang keesokan harinya. Mengingat ini merupakan malam terakhir, kami melakukan “bonding time” di acara makan malam bersama dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan selama selama 3 hari. Tawa, canda, dan cerita-cerita unik selama berkegiatan pun mengisi malam terakhir kami di Pulau Tidung. Kami semakin akrab sebagai keluarga baru. Sayangnya malam terasa cepat berlalu. Tak terasa waktu sudah menunjuk pada tengah malam, artinya kami harus segera beristirahat karena esok akan pulang.

24 September 2017

Pagi ini kami bersiap untuk PULANG. Bukan berarti perjalanan kami telah selesai. Namun justru langkah pertama tiba di Jakarta membuat perjalanan ini sesungguhnya baru dimulai. Dengan membawa cerita dari anak-anak pulau yang menjadi suntikan semangat, kami pun siap terus bisa bermanfaat untuk sesama. Saya percaya bahwa dengan niat dan hati yang tulus, dengan sendirinya kebaikan itu bisa menular bagai virus positif untuk sesama. Di sinilah saya memulai petualangan untuk petualangan lainnya. Saya baru saja meninggalkan Pulau Tidung tetapi sudah tidak sabar untuk kembali. Bukan untuk menyelesaikan cerita tapi ingin menambah kisah indah bersama anak-anak, pasir, dan lautan.

                                              Photo by Mardiah

Terima kasih laut karena ombakmu telah mempersatukan kami.

-Eben Haizar, Pulau Tidung Batch 6-