HARI INSPIRASI

Rangkaian hari inspirasi di SDN Harapan 01 dibuka dengan upacara bendera, mengenalkan para relawan, senam ‘Terhebat’ yang dipimpin oleh relawan, dan sesi mengajar di setiap kelas. Banyak cerita seru di hari inpirasi, mulai dari relawan yang dibuat sakit kepala karena murid berkelahi di dalam kelas, semangat para murid untuk bernyanyi lagu daerah, berinteraksi dengan para murid berkebutuhan khusus (ABK), dan rasa penasaran murid untuk mencoba bermacam alat peraga yang dibawa oleh relawan. Relawan dituntut untuk ekstra sabar dan kreatif dalam mengakomodasi berbagai karakter murid.

Tema #GenerasiJujur sebagai tema batch 5 tahun ini juga selalu dibawa dalam setiap materi mengajar, misalnya salah seorang relawan yang berprofesi sebagai public relations mengajarkan bahwa dalam kondisi seburuk apapun, kita tetap harus jujur dalam menginformasikan citra perusahaan kepada masyarakat dengan gaya bahasa dan penyampaian yang positif.

Sebelum mengakhiri hari inspirasi, murid diajak untuk mengecap tangan mereka di atas spanduk dengan cat warna-warni. Para relawan yang ditempatkan di Pulau Harapan memiliki cita-cita agar masa depan para muridpun sedemikian berwarna.

KEGIATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN

Penyuluhan adalah kegiatan yang dilakukan untuk masyarakat dan lingkungan di Pulau Harapan. Materi penyuluhan yang diangkat salah satunya adalah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berbagai kesulitan dihadapi ABK untuk mengikuti pelajaran di sekolah umum, maka relawan berusaha memberikan pengetahuan tentang ABK kepada para orangtua, baik yang memiliki putra/putri ABK ataupun tidak.

Selain itu, dalam penyuluhan terdapat bahasan tentang salah satu penyakit yang memiliki resiko menyebabkan gangguan fisik pada anak di masa depan. Penyakit tersebut umumnya bersifat genetik dan muncul pada orang tua yang memiliki kemiripan gen. Topik Parenting adalah tema penyuluhan lain yang diusung pada hari ini. Betapa pentingnya peran ibu dalam menciptakan generasi jujur. Apapun kebaikan yang telah dilakukan ibu memiliki nilai yang luar biasa, karena ibu adalah panutan bagi seorang anak.

Acara penyuluhan ditutup dengan kegiatan kreatif membuat topi sederhana yang berfungsi sebagai pelindung kepala maupun turban. Tampak orang tua yang hadir saling bantu satu sama lain, hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pekerjaan membuat topi lebih cepat. Energi positif inilah yang perlu dijaga dalam mendampingi tumbuh kembang seorang anak.

 

 

TENTANG PULAU

Pulau Harapan berpenduduk cukup padat, antar rumahnya hanya dibatasi oleh paving block dan sanitasi seadanya. Atribut fisiknyapun hanya memiliki satu gardu listrik. Taman Pemakaman Umum (TPU), masjid, puskesmas, SD, SMP, dan Tsanawiyah, serta budidaya biota laut yang kurang terawat dengan baik.

Listrik baru mengaliri pulau ini pada tahun 2011 yang kemudian berdampak baik bagi masyarakat Pulau Harapan untuk menggerakkan perekonomian. Secara umum, masyarakat Kepulauan Seribu merupakan pendatang dari suku Bugis, Sulawesi Selatan yang mayoritas beragama Islam. Pekerjaan masyarakatnyapun relatif serupa, yaitu nelayan, pemandu wisata, pembuat kapal kayu, dan ojek perahu.

Pengelolaan sampah dari limbah rumah tangga masih merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua. Belum lagi melihat kondisi fasilitas penunjang pendidikan yang tidak menyediakan SMA atau sekolah sederajat sehingga untuk melanjutkan pendidikan, mereka harus menyebrang ke pulau lain. Ini juga berarti biaya yang dikeluarkan semakin besar untuk transportasi. Bahkan terkadang mereka tidak bersekolah karena kondisi laut yang sedang tidak bersahabat.

Sekolah yang tersedia di Pulau Harapan tidak menyediakan kelas khusus bagi para Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sehingga kualitas pendidikan yang diterima tidak sesuai dengan keterbatasan mereka.

 

Sumber : Buku Batch 5 #GenerasiJujur