TENTANG PULAU

Untuk bisa datang ke pulau yang berada di Teluk Banten ini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Dermaga Grenyang, Kabupaten Serang. Menurut seorang tokoh masyarakat setempat, Haji Juhri, Pulau Panjang pertama kali dihuni oleh orang-orang Bugis Mandar. Mendarat dengan menggunakan perahu khas Bugis Mandar, mereka mencari ikan di laut sekitar Pulau Panjang hingga kemudian menetap.

Seiring berjalannya waktu, pulau yang hanya memiliki satu desa yakni Desa Pulo Panjang, juga didiami oleh masyarakat Banten dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia seperti Cirebon. Masyarakat keturunan Bugis Mandar sendiri saat ini lebih banyak berkumpul membuat semacam perkampungan Bugis Mandar di Karangantu, Serang, Banten.

Meski demikian, peninggalan Bugis Mandar di Pulau Panjang hingga kini masih terjaga baik. Profesi sebagai nelayan dan yang terkait masih ada hingga kini. Bahkan menurut Akhmad Sukari, Kepala Desa Pulo Panjang, 80 persen pria yang bermukim di desa ini berprofesi sebagai nelayan. Para wanita tidak turun ke laut untuk menangkap hasil laut, melainkan berprofesi sebagai pemilah ikan pada usaha pengepakan ikan atau memilih profesi lainnya. Ada pula yang merintis usaha olahan rumput laut. Sayangnya, pada saat ini hanya menyisakan satu pelaku usaha. Berkurangnya jumlah maupun kualitas rumput laut dari sekitar Pulau Panjang, menjadi salah satu alasannya.

 

KEGIATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN

Pulau Panjang merupakan pulau yang baru kali ini bersentuhan dengan KIJP. Ada dua sekolah yang terdapat di pulau ini, yaitu SD Pulo Panjang dan SD Kebalen. Karenanya, seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada optimalisasi pendekatan dan eksplorasi potensi, dengan fokus utama tetap pada anak-anak SD di pulau ini.

Kegiatan yang dilakukan di kedua sekolah adalah nonton bareng (nobar) film pendek berdurasi kurang dari 15 menit yang sarat pesan moral mendalam. Sesuai tema yang diusung Batch 5 #GenerasiJujur, maka film berjudul ‘Boncengan’ yang diputar mengangkat pesan kejujuran dalam berkompetisi. Sedangkan film kedua ‘Gazebo’ membawa tema literasi agar anak-anak tertarik untuk bertualang dan berimajinasi dengan buku. Kedua film tersebut merupakan karya sutradara Senoaji Julius produksi Sanggar Cantik.

SD Pulo Panjang juga mengadakan bercerita dan bernyanyi bersama dengan pesan kejujuran diri serta kebersihan melalui lagu cara mencuci tangan yang baik dan benar. Yang tak kalah seru adalah kegiatan pembuatan wayang tafiv, yakni wayang sederhana yang mudah dibuat dan dimainkan oleh anak-anak. Kegiatan lain yang melibatkan masyarakat sekitar adalah pembuatan kerajinan tangan berupa aneka gelang, boneka bulu, boneka kertas, serta blocknote hias. Tujuan kegiatan ini adalah melatih motorik dan kemampuan berkreasi. Sedangkan bagi orang dewasa, kegiatan ini dapat menginspirasi mereka untuk menambah penghasilan dari penjualan kerajinan tangan.

Terakhir, kegiatan bazaar pakaian layak pakai bagi masyakarat dengan harga mulai Rp 2.000 per-potong. Uang yang terkumpul dari hasil penjualan dikembalikan kepada SDN Pulo Panjang dalam bentuk alat-alat kebersihan untuk menambah peralatan di sekolah sekaligus menekankan kembali pentingnya kebersihan.

SD Kebalen mengadakan Wahana Kerajinan selain Wahana Bioskop (nobar film Boncengan dan Gazebo). Kedua belas lembar potongan mozaik mural disusun di lantai teras kelas, dilengkapi dengan kuas dan cat berbagai warna. Awalnya, anak-anak dengan tekun mewarnai sedikit demi sedikit menggunakan kuas secara bergantian. Lama-kelamaan, jemari mungil mereka mulai berlumuran cat dan mengaplikasikannya ke media mural langsung tanpa kuas. Alhasil, lantai teras sekolah pun tak luput dari warna-warni cat yang menempel. Anak-anak kelas 1, 2, dan 3 juga bermain dan bernyanyi bersama lagu ‘Peramah dan Sopan’ diiringi petikan gitar oleh salah satu relawan.

HARI INSPIRASI

Walau cuaca pagi itu kurang bersahabat untuk beraktivitas di luar ruangan, namun upacara bendera di SD Kebalen tetap di jalankan. SD Kebalen memiliki enam rombongan belajar (rombel) sehingga waktu mengajar dibagi ke dalam empat sesi pembagian waktu. Setelah seluruh kelas mengajar selesai, anak-anak dan relawan dikumpulkan di selasar sekolah untuk mengikrarkan janji. Sebuah janji berjudul ‘Ikrar Kejujuran’, dibuat oleh salah satu relawan inspirator, dan kemudian disampaikan oleh satu anak dengan lantang yang kemudian diikuti oleh teman-temannya. Ikrar ini adalah suatu janji dan tanggungjawab putra-putri Pulau Panjang untuk bersikap, bertutur kata, berbuat menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, baik untuk Tuhan, diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat dan sekolah.

Di sisi lain pulau panjang, Hari Inspirasi di SD Pulo Panjang berfokus pada kegiatan di dalam ruangan dikarenakan hujan yang mengguyur lapangan sekolah. Namun, hal itu tak mengurangi semangat para relawan, yang datang dari latar belakang profesi yang berbeda, untuk berbagi. Pada dasarnya ada banyak momen yang membuat para relawan seakan kembali pada manis dan lugunya masa-masa SD. Karena itulah, mereka tidak akan berhenti di sini. Mereka akan terus menebar inspirasi dan membangun mimpi.

Sumber : Buku KIJP Batch 5 #GenerasiJujur