BATCH 6 PULAU PANJANG

Kedatangan Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) di Pulau Panjang, Banten pada tahun 2017 adalah kedua kalinya. SDN Kebalen dan SDN Pulo Panjang, adalah nama sekolah yang ada di pulau ini. Kegiatan #KIJPBatch6 di Pulau Panjang diadakan pada tanggal 22-24 Oktober 2017, dan beberapa relawan sudah berangkat terlebih dahulu di tanggal 21 Oktober untuk persiapan.

Dermaga Grenyang, Bojonegara menjadi titik keberangkatan kapal untuk menuju ke Pulau Panjang. Perjalanan ditempuh sekitar 20 menit. Sekitar pukul 11.30 WIB, para relawan berjumlah 21 orang terdiri dari 15 relawan pengajar dan 6 relawan dokumentator tiba di Dermaga Pulau Panjang, siap membawa misi #AnakSantunItuKeren kepada anak-anak di pulau.

Hari Pertama : Kegiatan Sekolah

Kegiatan KIJP pada hari Minggu dilakukan paralel baik di SDN Kebalen maupun SDN Pulo Panjang. Dengan menggunakan kaos KIJP, para relawan tiba sekitar pukul 13.30 WIB. Anak-anak menyambut dengan energi yang luar biasa. Mereka berlarian dari ujung lapangan mengejar kami untuk bersalaman dengan memberikan senyuman termanis, beberapa anakpun tampak dari atas pohon melambaikan tangan kepada kami dan bergegas turun dari pohon tanda siap bermain.

Kegiatan sekolah di hari Minggu difokuskan pada kesenian sebab di kedua SD ini tidak terdapat guru seni tari ataupun seni lukis, dan kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan hanya pramuka. Kegiatan dibagi atas 3 bagian, anak kelas 1 dan 2 menonton film bertemakan santun, kelas 3-6 melukis blow ink, dan beberapa anak dari kelas 1 hingga kelas 6 dipilih untuk masuk pada kelas menari.

Meskipun anak-anak hanya bisa menonton dari laptop karena terjadi kendala pada proyektor yang kami bawa, namun anak-anak tetap terpaku menonton meski harus berdesak-desakan. Beberapa kali terdengar gelak tawa di wahana menonton hingga 1 jam terasa begitu cepat berlalu. Pada wahana menari, perwakilan anak dari kelas 1-6 yang dipilih secara acak mendapat pengajaran gerak dan lagu ‘Angkat Sauh’ KIJP serta lagu sopan.

Anak-anak yang ikut pada wahana ini nantinya akan tampil di depan teman-temannya untuk memberikan contoh pada saat pembukaan hari inspirasi keesokan harinya. Di wahana ini anak-anak terus bergerak mengikuti irama dan bernyanyi berulang-ulang hingga tanpa sadar kertas lirik yang dibagikan sudah mereka tinggalkan begitu saja di bangku karena mereka sudah hafal di luar kepala. Salut untuk mereka yang begitu cerdas!

by Najah

Sedangkan pada wahana melukis, menggunakan metode ‘blow ink’ di mana warna yang dihasilkan di pola gambar adalah hasil tiupan tinta dari pewarna makanan dengan menggunakan alat bantu sedotan. Setelah tinta ini ditiup, maka muncullah warna dengan bentuk-bentuk abstrak. Mereka sangat antusias meniup bahkan sampai tidak menyadari bahwa wajahnya telah penuh tinta. Hasil dari ‘blow ink’ kemudian dijemur untuk selanjutnya dibentuk menjadi topi-topi badut untuk mereka gunakan.

Kegiatan minggu sore ditutup dengan permainan di lapangan. Anak-anak membuat lingkaran, bernyanyi dan menari sambil bersenda gurau, tanpa sadar matahari senja mulai menyapa. Para relawan kemudian mengantar anak-anak hingga ke luar gerbang sekolah dengan permainan ular naga raksasa. Sampai jumpa besok di kelas, anak-anak!

 

Hari Pertama : Kegiatan Masyarakat

by Endo

Saat anak-anak melakukan kegiatan kesenian dan menonton di sekolah, ibu-ibu Pulau Panjang melakukan kegiatan memasak di salah satu rumah penduduk. Dari bahan mentah, hari ini ibu-ibu akan membuat ‘Keripik Kentang Teri Kacang’.

Makanan ini dibuat karena ikan teri merupakan salah satu ikan yang banyak terdapat di Pulau Panjang. Tentu teri sudah biasa dipakai untuk bahan memasak para penduduk pulau, namun hingga saat ini belum ada keinginan untuk dijual. Sebelumnya, ada usaha yang telah dilakukan oleh penduduk yaitu ‘dola-dola’ dodol rumput laut. Namun dikarenakan rumput laut yang kian menipis, maka dola-dola tidak diproduksi kembali.

Pukul 16.15 WIB, ibu-ibu mulai berdatangan. Resep dan bahan-bahan dibagikan ke tiga kelompok. Masing-masing kelompok berbagi tugas. Sebagian ada yang memotong kentang, menggoreng teri dan kacang. Dengan memasak seperti ini, diharapkan dapat menjadi usaha dan membantu perekonomian keluarga. Tak hanya memasak, para relawan juga membagi ilmu tentang menghitung harga jual dan packaging yang baik agar dapat menarik konsumen
untuk membeli. Makanan teri ini kemudian dibuat dalam kemasan dengan nama ‘Cemilan ASIK! Keripik kentang teri kacang’.

 

Hari Kedua : Santun di Hari Inspirasi

 

by Rendy Kamil

”Jang panjang panjang yang panjang asik!” Yel-yel para relawan menyemangati pagi. Kegiatan hari kedua di Senin adalah Hari Inspirasi. Dibuka dengan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi SD, guru, dan relawan yang bertugas di SDN Kebalen dan SDN Pulo Panjang.

Di SDN Kebalen ada pegawai bank, wiraswasta, penulis buku, praktisi IT dan lingkungan, serta reporter. Sedangkan di SDN Pulo Panjang terdapat insinyur, dokter, ahli gizi, penerjemah bahasa korea, hingga praktisi di bidang lingkungan dan auditory-verbal yang hadir. Kegiatan Hari inspirasi di kedua sekolah dimulai tepat setelah anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu “Angkat Sauh’. Anak-anak dari wahana menari unjuk bakat didepan teman-temannya, dengan lihai menarikan gerakan lagu angkat sauh yang kemudian diikuti anak-anak yang lain.

Berbekal pesan utama #KIJPBatch 6 bahwa #AnakSantunItuKeren, maka para relawan sepakat membawa semangat ‘santun’ di kelas selain bercerita tentang profesi. Tiap sesi pada kelasnya, diselipkan 1 sikap santun untuk ditularkan kepada anak-anak, yaitu tolong, maaf, terimakasih dan bertutur kata yang baik. Sikap-sikap santun tersebut kemudian diabadikan pada masing-masing kelas dalam bentuk gantungan santun. Gantungan santun untuk sekolah bukan hanya sekedar untuk pajangan kelas kenangan dari relawan, namun sekaligus ikrar dari anak-anak bahwa di dalam kelas mereka akan membiasakan mengucapkan tolong, maaf, terimakasih dan bertutur kata yang baik.

Waktu istirahat menjadi ajang menjadi pendengar untuk anak-anak. Mereka bercerita tentang hari-harinya yang begitu menyenangkan di Pulau Panjang. Satu anak bercerita bahwa setiap hari ia selalu makan ikan hasil tangkapan ayahnya, tangkapan ikan ayahnya selalu besar. Ada juga anak yang mempromosikan tempat wisata Pulo Panjang yaitu pantai doyong dan Pulau Semut. Kata anak itu Pulau Semut diberi nama demikian karena banyak semut di pohonnya. Ada pula anak yang mulai nampak sedih dengan berulang-ulang bertanya kapan kami pulang dan kenapa kami harus pulang. Sebab baginya dua hari ini sangat menyenangkan.

 

Hari inspirasi diakhiri dengan cap tangan anak-anak pada spanduk besar bertuliskan “Anak Santun itu Kami” sebagai tanda komitmen santun mereka. Bergilir dengan berbaris anak-anak membubuhkan cap tangan mereka, sambil menunggu giliran di dalam barisan beberapa anak saling menggoda satu sama lain hingga membuat pertengkaran dan air mata. Disinilah praktik santun langsung diaplikasikan. Tepat sebelum adzan dhuhur berkumandang kegiatan KIJP di SD Kebalen dan Pulo Panjang selesai.

 

-Dyah dan Wiwiek, Panjang Batch 6-

Cerita KIJP di Pulau Panjang, Batch 5 bisa dilihat di sini.