Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) ikut ambil bagian dalam NusantaRun 5 yang diadakan pada 15-17 Desember 2017. NusantaRun adalah running movement, gerakan dari orang-orang yang gemar berlari. Setelah empat kali dilaksanakan, tahun 2017 ini NusantaRun 5 digelar sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada kualitas dan pengembangan guru di Dieng dan sekitarnya.

Kegiatan positif ini tidak dilewatkan oleh KIJP karena salah satu minat relawan adalah lari. Tiga relawan pengajar KIJP yaitu Kak Vidya, Kak Fikri dan Kak Fahri ikut menjadi peserta lari dalam NusantaRun 5 dengan rute Purwokerto-Dieng.

 

“Bahkan seorang pengajar harus terus belajar karena pengajar lebih dari sekadar mengajar. Ia harus mendidik dan juga menginspirasi. Saya mencoba untuk keluar dari zona nyaman untuk melakukan hal baik yang berguna bagi orang lain.” -Vidya Hutagalung-

Ini adalah tahun kedua bagi KIJP dalam NusantaRun. Bukan hanya ikut serta sebagai pelari, namun KIJP bekerja sama dengan KI Wonosobo mendirikan pos atau check point di Kalianget, Wonosobo. Delapan orang relawan dari Jakarta, tiga orang relawan KIJP Karimunjawa, dan 15 orang relawan KI Wonosobo saling bahu membahu untuk memberikan pelayanan kepada para pelari yang singgah di check point 8.

Kapten Sao mengatakan bahwa kerjasama dengan KI setempat tidak hanya dilaksanakan tahun ini saja. Pada NusantaRun 4 yang berlangsung di Cirebon-Purwokerto, KIJP telah bekerjasama dengan KI Purwokerto. Hal ini dengan tujuan mengikat tali silaturahmi antar komunitas yang peduli di dunia pendidikan, serta memperluas jaringan KIJP lintas provinsi. Keikutsertaan relawan lainnya di check point 8 juga sebagai apresiasi dan pemberian semangat bagi KIJP Runners yang tak lelah menyebar kebaikan.

Diikuti 224 pelari, kegiatan NusantaRun tahun ini mengusung tema “GurukuMaju”. Guru adalah salah satu faktor vital bagi pembentukan karakter seorang anak. Sehingga peran guru sangat memiliki pengaruh besar bagi proses pengembangan karakter tersebut.

“Para pelari  akan menempuh jarak Purwokerto-Dieng sepanjang 127.9 km untuk kategori Full Course. Dan masing-masing pelari akan membuka donasi. Dana yang terkumpul dari donasi akan digunakan untuk pengembangan kualitas 400 guru di wilayah Dieng dan sekitarnya. Akan ada pelatihan untuk guru-guru di Dieng agar taraf pendidikan menjadi lebih baik,” ujar Christopher Tobing dan Jurian Andika, Founder NusantaRun.

 

“Membuat janji dengan seorang teman, dan mencoba lari ultra untuk pertama kalinya. Namun ternyata, NusantaRun tidak hanya sekedar lari dan mencari medali finisher saja. Saya berlari sambil mengumpulkan donasi dan berpartisipasi untuk mengembangkan kualitas di bidang pendidikan, khususnya bagi guru-guru di Dieng. Pencarian, pengumpulan, hingga penyaluran donasi, sebuah tantangan baru untuk saya. Terima kasih kepada semua donatur, terima kasih orang baik.” – Fikri-

 

Tentu banyak pengalaman seru dirasakan para pelari, para relawan yang siap siaga di check point 8, serta dokumentator KIJP yang siap sedia mengabadikan momen KIJP Runners. Lelah pasti. Tetapi kegiatan NusantaRun ini menyisakan semangat tersendiri bagi para pelari dan relawan, yang bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran.

Seperti saat kita jatuh cinta, meskipun kadang melelahkan, namun tidak akan terasa berat ketika kita melakukannya dengan tulus. Semoga KIJP terus bisa memberikan partisipasi aktif dalam kegiatan positif lainnya.

 

“Run for good cause itu unik. Sekeliling kita itu masih banyak orang baik. Dan sekeliling kita juga masih banyak orang yang membutuhkan kebaikan. Caraku berlari untuk mereka adalah caraku untuk peduli kepada yang membutuhkan, donasi lewat orang baik, aku yang bertanggungjawab menunaikannya lewat berlari.” -Fahri-

 

Sampai jumpa di NusantaRun berikutnya ya, Hoppers!

 

-Sao & Bunga-

Foto : tim Dokumentator NusantaRun 5