Kak Bayu, Koordinator CAP 2018

“Karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha” -Bayu Filladiaz W.-

 

Sosok di balik keberhasilan Camp Anak Pulau (CAP) 2018 adalah Koordinator CAP Kak Bayu. Menurutnya, CAP adalah sebuah ajang untuk anak-anak di pulau merasakan pengalaman baru. Mereka yang terbiasa hidup dalam keterbatasan akses dan informasi, diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di luar pulaunya. Tak hanya bagi anak-anak, CAP juga merupakan momen bagi para relawan untuk kembali bertemu dengan anak-anak setelah dipertemukan pertama kali saat KIJP berlayar membawa inspirasi di pulau tempat tinggal para adik-adik.

Kak Bayu, yang bernama lengkap Bayu Filladiaz Wiranda, memang menyukai anak-anak dan dunia pendidikan. Sebelum bergabung dengan Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP), ia memulai kecintaannya pada dunia pendidikan anak sebagai Pengajar Muda. Melihat potensi besar yang dimiliki oleh anak-anak di kepulauan Indonesia, akhirnya ia bergabung dengan KIJP Batch #2 agar semakin mempersempit perbedaan antara anak di pulau dan anak di darat. Serta ingin membuktikan bahwa setiap anak baik yang di pulau, di darat, di desa terpencil, ataupun di kota besar, semuanya memiliki potensi besar yang bisa digali. Karena itu, Kak Bayu turut aktif di KIJP sebagai Komite Pengarah dan Pengawas pada 2016-2017, Panitia Batch #5 pada 2016 dan Kabinet #BerlayarMakinAsyik pada periode 2017-2018 sebagai Kepala Divisi Program Development.

Kak Bayu yang turut aktif dalam CAP 2017, mengatakan bahwa target peserta CAP tahun 2018 ini berbeda. Peserta yang dicari pada tahun ini adalah anak-anak yang memiliki kemampuan dasar kepemimpinan serta kreativitas, antara lain insiatif, berani mengemukakan pendapat, berani membuat keputusan, dan mampu menyelesaikan masalah. Proses seleksipun tidak sama, Jika tahun lalu hanya 5 anak terbaik rekomendasi dari sekolah yang diseleksi, maka tahun ini peserta seleksi adalah seluruh siswa kelas 5 pada sekolah tersebut. Hal ini bertujuan agar setiap anak memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi. Tujuan lainnya untuk menghindari pilihan subjektif dari beberapa pihak. Hasilnya? Luar biasa. Anak-anak yang lolos seleksi sesuai dengan target yang diinginkan oleh panitia. Ini dapat dilihat dari keaktifan, keberanian, kecepatan belajar yang ditunjukan oleh mereka. Kak Bayu serta panitia dan relawan KIJP ikut terharu ketika melihat anak-anak ini tampil dalam pentas seni hasil pembelajaran selama di Jakarta.

Kebersamaan CAP 2018 di Hari Kedua

Kak Bayu bercerita tentang pengalamannya selama melewati proses Camp Anak Pulau 2018 ini. Mulai dari proses sosialisasi ke kepala sekolah, rekrutmen, penyusunan rangkaian acara, pengumpulan dana untuk pembiayaan, pembuatan merchandise, dan proses-proses yang lain dari awal hingga akhirnya acara berlangsung. Panitia, relawan KIJP yang terlibat, hingga orang-orang yang sedang mengenal KIJP seperti sponsor, media, blogger, telah berkontribusi dengan baik untuk menyelenggarakan kegiatan ini. “Ini adalah CAP yang luar biasa!” serunya.

“Saya menyaksikan proses KIJP berkegiatan, sejak awal sampai dengan sekarang. Dari yang awalnya belum seratus persen mendapatkan dukungan, atau pernah ditolak oleh salah satu kepala sekolah, hingga sekarang seluruh orang yang ada di Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Kabupaten Kepulauan Seribu mengenal KIJP. Camp Anak Pulau tahun ini, menjadi bukti yang membuat Sudindik memberikan kepercayaan dan dukungan penuh atas kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh KIJP berikutnya. Saya berharap kita bisa bersama-sama menjaga kepercayaan itu.”

 

-emmasabatini-