PULAU PAYUNG, Kepulauan Seribu

Alge Septriono – Business Development @alge_alge

Alasan bergabung di KIJP :
Saya mengetahui KIJP ini dari postingan teman saya, Kak Ferari dan Kak Kiki di media sosialnya, sehingga menimbulkan minat saya untuk turut berpartisipasi di KIJP. Satu hal yang membuat saya sangat tertarik untuk berkontribusi adalah untuk membantu adik-adik yang masih di bangku sekolah dasar di pulau untuk membuka lebih luas wawasan mereka tentang sebuah profesi. Setelah sebelumnya berlayar bersama KIJP di Batch 5 Harapan, tahun ini saya mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi di Pulau Payung, yang hanya terdiri dari 18 orang siswa saja. Ya, 18 orang untuk satu sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6. Kalau kata Pak Muslim, Kepala Sekolah, ini berarti program KB pemerintah berhasil di pulau Payung.

Pengalaman di KIJP :
Di sini saya mendapati seorang siswa kelas 4 SD, bernama Fadli yang menurut saya kemampuan berpikir logika dan EQ-nya di atas teman-teman sebaya lainnya. Saya ingat betul pada Hari Inspirasi ketika mengajar di rombongan belajar kelas 3 & 4. Awalnya, saya meminta anak-anak untuk menyusun tempat duduk menjadi setengah lingkaran atau letter ‘U’ dan menghadap ke arah saya. Saat meminta hal tersebut saya sengaja hanya memperhatikan karena ingin melihat bagaimana kerjasama dan kesadaran mereka satu sama lain. Hasilnya, bukannya menyusun letter U, yang ada malah duduk saling membelakangi. Tiba-tiba si Fadli dengan inisiatif menggerakan kursi temannya ke arah yang benar satu persatu sehingga semuanya tepat pada posisi dan membentuk setengah lingkaran dengan menghadap ke arah saya. Bravo, Fadli!

Saya berharap program-program yang sudah dan akan dilakukan oleh tim KIJP semakin membawa pesan dan kesan positif kepada adik-adik di pulau khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Di luar itu, semoga ada program kelanjutan yang bisa membantu mengasah minat dan bakat adik-adik supaya dapat tersalurkan dengan positif. Karena di tangan merekalah masa depan Indonesia!


 

PULAU SEBIRA, Kepulauan Seribu

Ellysa Yulia – Desainer Grafis @ellysa.yulia

Alasan bergabung di KIJP :
Sudah ingin ikut KIJP dari tahun 2016 karena postingan KIJP dari seorang teman yaitu Kak Temmy. Kenapa? Karena saya ingin sharing dengan anak-anak dari belahan Indonesia manapun!

Pengalaman di KIJP :
Selain melihat ekpresi yang lugu dan ramah dari anak-anak pulau, saya tidak menyangka kedatangan kami akan disambut begitu hangat dan heboh. Berasa jadi Pak Jokowi ya kalau disambut dengan tari-tarian. Di KIJP, yang belajar itu bukan hanya anak-anak, tapi juga para relawan. Saya sendiri contohnya. Perjalanan jauh dan padat acara memang terasa melelahkan apalagi mengikuti para relawan lain yang lebih muda dan punya cadangan energi di mana-mana. Tapi setiap hal yang terjadi di Pulau Sebira merupakan pelajaran yang tak ternilai. Betul kata sebuah pepatah, “Everyone is your teacher“.

Oh ya, ternyata kegiatan belajar di ruang kelas itu tidak harus formal. Belajar bisa di mana saja, bisa dengan siapa saja. Tambahkan pelajaran ekstrakurikuler lebih menarik untuk KIJP batch berikutnya. Seperti fotografi/videografi, membuat vlog, dan tampil di depan kamera. Jangan lupa untuk ajarkan baik buruknya media sosial dan bahaya narkoba ya.


 

PULAU PARI, Kepulauan Seribu

Machrus Muafi – Pengusaha @naavyyk

Alasan bergabung di KIJP :
Pertama kali bergabung di KIJP pada batch 2. Pertimbangannya karena merasa anak-anak pulau juga harus mendapatkan informasi cara meraih mimpi yang sama dengan anak-anak di Jakarta. Sejak batch 2 hingga batch 5, biasanya menjadi relawan pengajar mengenalkan profesi pengusaha ke anak-anak di pulau.

Namun, pada batch 6 ini, saya yang suka fotografi dan tantangan mencoba sebagai relawan dokumentator bagian fotografer. Mungkin sudah percaya diri juga karena di beberapa Kelas Inspirasi luar Jakarta sempat jadi dokumentator.

Pengalaman di KIJP :
Tidak ada pengalaman yang sama selama berlayar bersama KIJP. Tiap pulau mempunyai tantangan dan kesan tersendiri. Pulau Harapan dengan semangat pendidikan inklusinya. Anak Panggang yang penuh dengan energi. Anak Pulau Sebira yang kreatif. Dan di batch terakhir ini bertemu anak Pari yang ramah.

Kegiatan di Pulau Pari batch 6 ini selain hari inspirasi adalah Festival Pari. Anak-anak Pari dari SD sampai SMP diajak untuk bermain dengan pesan #AnakSantunItuKeren. Saya yakin KIJP akan menjadi lebih besar di masa depan dan banyak program bermanfaat untuk masyakarat pulau.


 

PULAU UNTUNG JAWA, Kepulauan Seribu

Yulisa Rebecca – Finance Analyst @rebeccayulisa

Alasan bergabung di KIJP :
Tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk menjadi salah satu relawan KIJP. Tanggal 17 Agustus, seorang sahabat mengirimkan link kepada saya yang ternyata mengarahkan ke salah satu posting Instagram KIJP (@jelajahpulauid), yaitu Pendaftaran Relawan KIJP Batch 6. Saya bertanya-tanya, “Apa sih KIJP itu? Apa bedanya dengan Kelas Inspirasi?” Saat membaca informasi mengenai KIJP, saya merasa kegiatan KIJP berbeda dengan Kelas Inspirasi lainnya. Harus nyebrang pulau?  Harus tinggal 3 hari 2 malam? Menarik! Karena program Kelas Inspirasi umumnya hanya berlangsung selama 1 hari. Kepulauan Seribu memang masih merupakan bagian dari Jakarta. Namun, saya tahu kondisi di sana pasti sangat berbeda dengan kota besar, seperti Jakarta. Saya penasaran! Kenapa tidak dicoba? Get out of your comfort zone. Selain saya senang mengajar anak-anak, saya peduli dengan masa depan mereka. They are our future generations. Saya ingin anak-anak tahu bahwa mereka berhak untuk memiliki cita-cita dan menjadi seperti apa yang mereka mimpikan. Tanpa terkecuali.

Pengalaman di KIJP :
Pulau Untung Jawa adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang letaknya paling dekat dengan Jakarta, sekitar 30 menit – 1 jam. Terima kasih KIJP sudah mengenalkan saya kepada pulau ini. Setelah sampai di pulau, saya melihat bahwa infrastuktur di Pulau Untung Jawa termasuk layak dan memadai. Di pulau ini bahkan sudah ada RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Amiterdam yang diresmikan pada bulan Oktober 2015. Ada ruang baca dan mainan juga untuk anak-anak, seperti rumah pohon.

Pada Hari Inspirasi, anak-anak cukup bingung ketika mendengar profesi saya sebagai Analis Keuangan. Mereka tidak tahu apa yang dikerjakan oleh Analis Keuangan. Saya mencetak beberapa gambar berwarna untuk menjelaskan pekerjaan saya sehari-hari dan tempat saya bekerja. Saya pun membawa uang palsu (seperti uang monopoli) dan mengadakan permainan jual-beli dalam kelompok dan berperan sebagai Analisis Keuangan agar anak-anak tertarik dan mudah memahami profesi saya. Mereka senang karena seolah-olah memiliki sebuah toko dan ingin berbelanja persediaan barang dagangan. Saya datang untuk mendorong anak-anak bahwa mereka dapat meraih cita-cita dan mimpi mereka setinggi mungkin, asalkan mereka mau rajin belajar, kerja keras, dan pantang menyerah. Jangan berhenti bermimpi! Nah, untuk para calon relawan yang keren dan hebat di luar sana, saya beritahu satu hal. If you want to make a difference in someone’s life, you don’t have to be brilliant, rich, famous, beautiful, or perfect. You just have to CARE. Ayo bantu anak-anak Indonesia mewujudkan cita-cita mereka! Apa lagi yang ditunggu? Yuk berlayar!


 

PULAU PANGGANG, Kepulauan Seribu

Raden Umar Faaris Permadi – Pengacara @umarfaaris

Alasan bergabung di KIJP :
Dari banyaknya jenis dan bentuk kegiatan kerelawanan terkait dengan pendidikan dan anak, pada awalnya saya merasa sangat tertarik untuk memberikan kontribusi melalui KIJP karena melihat konsep S-M-L (Sekolah – Masyarakat – Lingkungan) yang diterapkan. Penerapan konsep tersebut menurut saya sangat berbeda, bahwa terbentuknya suatu sikap, kebiasaan, dan mimpi seorang anak disebabkan juga oleh faktor masyarakat dan lingkungan di sekitar anak tesebut. Di sisi lain, kegiatan KIJP dilakukan secara berkesinambungan dari batch ke batch. Dari pelaksanaan tersebut, selain hubungan baik yang terjalin erat dengan anak-anak dan masyarakat di pulau, relawan senantiasa dapat melihat perkembangan dan perubahan yang terjadi di pulau, oleh karenanya kita dapat selalu memantau dampak manfaat dari kontribusi yang diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan anak di pulau.

by Mendah

Pengalaman di KIJP :
Dalam berbagi kita selalu berharap dapat memberikan suatu manfaat kepada orang lain, namun in return ternyata kita juga menerima sesuatu yang sangat berharga: canda-tawa, suka-duka, inspirasi, maupun senyum dan tangis perpisahan. Kita mendapatkan keluarga baru, kita semua sesama relawan KIJP maupun masyarakat dan anak-anak di pulau. Namun demikian, saya pribadi selalu mencoba mengingatkan diri untuk berkaca, bahwa seberapa berhargapun manfaat yang diterima oleh diri pribadi, tujuan dari kegiatan suka-rela ini adalah untuk berbagi dan memberi dengan suka dan kerelaan hati tanpa mengharap adanya suatu timbal balik. Manfaat untuk mereka, anak-anak dan masyarakat di pulau, selalu yang utama.

Singsingkan lengan baju, angkat sauh, berlayar makin asyik dengan suka dan rela hati!


 

PULAU KELAPA, Kepulauan Seribu

Natalia – Digital Strategist @natalixia

Alasan bergabung di KIJP :
Ada seorang teman yang membuat saya berminat sekali bergabung di KIJP, yaitu kak @dimasnovriandi. Saya tertarik dengan kegiatan mengajar dan menginspirasi di SD. Jika kak Dimas bisa, kenapa saya tidak bisa? Apalagi kegiatan KIJP yang saya rasa mulia, yaitu bertemu masyarakat di kepulauan dan siswa-siswi SD setempat, saya yakin membawa perspektif baru untuk saya pribadi. Mencoba berkontribusi positif, meski hanya sehari dari setahun.

by @izzatigh @henleejosh

Pengalaman di KIJP :
Hal yang paling terkesan dari pengalaman KIJP adalah saat bermain di RPTRA setempat bersama anak-anak. Awalnya saya sempat agak shock karena antusiasme anak-anak untuk bermain sangat luar biasa hingga sulit sekali mendapatkan perhatian mereka. Jangankan didengar, bagaimana bisa mengarahkan mereka untuk mengikuti permainan atau gerak bersama? Tapi dengan menebalkan muka, cuek dan membuang rasa malu, ternyata mereka sebenarnya tertarik banget untuk main bareng, diperhatikan dan diberi pengakuan. Saya sempat mengajak sekelompok anak laki-laki untuk bermain bareng dalam Bahasa Inggris, lalu lanjut main bola juga dengan bahasa Inggris, bersama dengan relawan lain yaitu Kak Ojan. Kami bermain dengan cukup sukses sampai para relawan kelelahan tapi anak-anak itu masih lanjut bermain bola! Dan esok harinya, mereka ingat dan ingin bermain seperti yang telah diajarkan kemarin.


 

PULAU TUNDA, Banten

Iffah Hayati – Bidan @ciplukndutz

Alasan bergabung di KIJP :
Saya bergabung di KIJP sejak batch 2, tertarik mendaftar karena membaca salah satu cuitan relawan di media sosial. Saya ingin berkontribusi mengaplikasikan ilmu yang saya punya sebagai relawan medis. Namun di awal kegiatan, saya masih belum ada gambaran bagaimana dan apa yang harus saya lakukan di depan anak – anak. Bingung, khawatir, semua perasaan campur aduk. Panduan tentang mengajar hanya saya dapatkan dari video youtube saja.

Namun seiring berjalannya waktu, KIJP mengalami perubahan dan peningkatan dari berbagai hal. Terbukti dari adanya Training for Trainers (TFT), yaitu pembekalan relawan sebelum keberangkatan, hingga sayapun sebagai relawan pengajar makin siap memberikan materi mengajar. Nah, tahun 2017 ini saya ikut kembali dalam kegiatan KIJP. Beberapa teman bertanya kepada saya, “Kenapa sih ikutan terus, gak bosan?”. Ya, saya tidak bosan! Karena tiap batch dan tiap pulaunya, saya akan selalu mendapatkan pengalaman baru.

  • by @aribowojuliarso
    by @aribowojuliarso
  • by @aribowojuliarso
    by @aribowojuliarso

Pengalaman di KIJP :
Tahun ini, saya ditempatkan di Pulau Tunda, Banten yang lumayan makan waktu untuk jalan darat dan laut. Kondisi yang berbanding jauh dengan pulau penugasan sebelumnya di Batch 5. Masyarakat Pulau Tunda mayoritas adalah nelayan, ada pun yang berprofesi guru namun bisa dihitung jari. Listrik yang hanya 4 jam dinikmati dengan bantuan genset dan 2 jam dengan bantuan panel tenaga surya. Anak-anak masih rendah minat baca, karena setelah pulang sekolah membantu orang tua melaut ataupun membersihkan kapal.

Pengetahuan anak-anak remaja tentang edukasi sex dan biologi juga masih minim. Impian mereka untuk cita-cita pun tidak tinggi. Pada saat saya mengisi kelas di SMP, saya mengetahui bahwa setelah lulus SMP, siswi putri pasrah untuk menikah jika merasa sudah berjodoh. Sedangkan siswa putra mayoritas ingin segera bekerja agar punya penghasilan. Lain halnya jika orang tua berpenghasilan lebih, maka akan melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi di kota Serang, Banten. Terima kasih karena saya dapat bergabung untuk memberikan kontribusi untuk anak pulau. Salam Inspirasi!


 

PULAU HARAPAN, Kepulauan Seribu

Chichi Utami – Pengacara @chicme

Alasan bergabung di KIJP :
I love sharing. And I love kids. I love how they laugh with no reason. Bergabung dengan KIJP adalah salah satu dari keinginan saya membuat anak-anak tertawa bahagia. Tertawa karena mereka punya harapan untuk jadi siapapun yang mereka inginkan kelak. Tertawa karena mereka tidak takut bermimpi dan melangkah untuk mewujudkan mimpi.

Pengalaman di KIJP :
Saat menjelang masuk ke kelas 4, anak-anak minta belajar di luar kelas karena pada jam itu mereka olah raga. Baru 5 menit di lapangan, tiba-tiba beberapa anak teriak, “Ada tornado!” Kemudian merekapun berlarian ke pagar melihat angin puting beliung di laut dan meninggalkan saya yang bingung terbengong-bengong. Ternyata mereka percaya bahwa tornado itu akan mendekat ketika difoto! Setelah sadar apa yang terjadi, saya capek sendiri teriak-teriak menyuruh mereka masuk ke kelas. Agak susah menjelaskan apa itu profesi pengacara kepada anak-anak di Pulau Harapan. Kata ‘pengacara’ asing untuk mereka. Walaupun saya sudah mengubah metode pengajaran melalui video dan role play, mereka tetap saja sukar memahami. Apalagi untuk kelas kecil 1-3. Kayaknya kalau tahun depan bisa bergabung KIJP lagi, saya akan mencari metode lain yang lebih seru!

Semoga selalu ada dan berkelanjutan sampai lama dan lama. Karena saya ingin sekali melihat progres anak-anak pulau seperti apa. I love to see how they will grow!


 

PULAU LANCANG, Kepulauan Seribu

Widy Sandjaya – Story Teller @widysandjaya

Makna KIJP :
Bagi saya KIJP bukan hanya sekedar komunitas, KIJP memberikan banyak pelajaran buat saya secara pribadi untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat dan berkualitas. KIJP sangat menginspirasi saya bahwa kebahagian bukan hanya terletak pada diri sendiri tetapi kebahagiaan juga terletak pada diri orang lain bahkan orang-orang yang ada di sekeliling kita.

Pengalaman di KIJP :
Bertemu dengan anak-anak memang hal yang biasa, tetapi lain cerita untuk anak-anak pulau. Semangat dan kemauan mereka membuat saya ingin mengulang momen bersama. Kami menggunakan konsep moving class dan cara ini terbilang efektif khususnya pada Hari Inspirasi. Selesai kelas, kami masih mengumpulkan anak-anak di lapangan untuk penutupan beserta flash mob. Hal yang keren karena cuaca tak menghalangi, malah anak-anak dan para relawan semakin terbakar semangat untuk menyerukan cita-cita.

Semoga KIJP selalu menjadi jembatan antara anak-anak pulau dan para profesional, memotivasi bahwa cita-cita adalah milik semua anak bangsa Indonesia dan siapapun mampu menggapainya. Tetap semangat untuk sebarkan kebaikan dan kebahagiaan, Hoppers!


 

PULAU PRAMUKA, Kepulauan Seribu

Cecilia Gandes – Social Media Copywriter @ceciliagandes

Alasan bergabung di KIJP :
Niat hati bergabung di KIJP sebenarnya sudah lama dipupuk sejak 2 tahun lalu, tetapi barulah sekarang benar-benar berjodoh. Saya bergabung karena ingin berbagi sekaligus mendengarkan cerita dari adik-adik yang tinggal di area Kepulauan Seribu. Bertemu langsung dengan masyarakat yang ada di pulau dan belajar banyak dari mereka. Ya, pada akhirnya, saya yang akan banyak belajar dan terinspirasi berkat mereka.

Pengalaman di KIJP :
Saya berkesempatan menjadi relawan pengajar di Pulau Pramuka. Meski pulau ini lebih sering dikenal sebagai tempat wisata, KIJP mampu membuka sudut pandang dari sisi yang lain. Lewat kegiatan Sosial Masyarakat Lingkungan (SML), saya membantu mengisi Kelas Instagram dalam hal penulisan kreatif. Saat Hari Inspirasi, sayapun tak hanya bertemu dengan murid-murid SDN Panggang 02, tetapi juga para guru. Bersama seorang relawan lainnya, kami berbagi cerita tentang tips dan trik menulis karena tim guru sedang menyusun buku biografi. Berada di Pulau Pramuka, saya jadi tahu ada papeda telor yang enak banget, bahasa Bugis-Melayu yang dipakai penduduk lokal, anak yang bercita-cita menjadi presiden dan youtuber, anak-anak remaja yang ingin menjadi influencer bagi Pulau Pramuka, anak pulau seberang yang merantau demi sekolah, serta para guru yang tetap tekun dalam pengabdian. Ditambah lagi, rentetan curhatan antar-relawan selama perjalanan. Pramuka membuat saya menuai banyak cerita.


 

PULAU PANJANG, Banten

Anastasia Anindyasarathi – Project Architect @anindyasarathi

Alasan bergabung di KIJP :
Pada dasarnya saya menyukai perjalanan. Dari perjalanan, saya bisa belajar begitu banyak hal. Di tengah rutinitas pekerjaan yang padat, saya merasa perlu untuk mencari inspirasi baru. Ketika melihat website KIJP, saya yakin kegiatan KIJP akan membawa inspirasi segar dari pulau. Dan ternyata, yang saya dapatkan di pulau lebih besar dari apa yang bisa saya bayangkan.

  • by @najah_sa
    by @najah_sa
  • by @endo.nv
    by @endo.nv

Pengalaman di KIJP :
Saya bertugas di SD Pulo Panjang, Pulau Panjang Banten. Pulau Panjang yang berada di seberang pabrik-pabrik besar di Banten ini memiliki cuaca yang panas terik, rasanya jam 8 pagi seperti jam 12 siang. Walau begitu, anak-anak begitu ceria bermain di lapangan. Ketika hari sudah mulai sore dan kami sudah mulai kehabisan energi, anak-anak masih antusias menawarkan diri berebut untuk bermain kejar-kejaran. Tak hanya energi, tapi juga kesederhanaan. Anak-anak selalu bersemangat menjalani hari sampai matahari terbenam walau siang hari tidak ada listrik dan sinyal internet.

Bersama dengan para relawan lainnya, kami bertukar ide, berbagi cerita dan pengalaman, saling mengisi dan berkontribusi demi persembahan yang maksimal untuk anak-anak dan masyarakat. Tak disangka, keinginan anak-anak untuk belajar dan bermain bersama sangat tinggi. Tak hanya anak-anak, tapi juga guru serta Ibu Fatima (ibu yang kami tinggali rumahnya) mengharapkan kami untuk tinggal di pulau lebih lama. Terima kasih KIJP!


 

PULAU TIDUNG, Kepulauan Seribu

Freeco Lisa Lamhab Sari – Guru @c0combro

Alasan bergabung di KIJP :
Tahun ini merupakan tahun pertama saya mengikuti KIJP 6. Berawal dari mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi Jakarta, mendapat cerita dari teman sesama inspirator tentang KIJP. Iseng untuk mengisi waktu, saya mengisi form di hari terakhir pendaftaran dengan tidak banyak berharap bahwa saya akan terpilih menjadi relawan pengajar. Namun keisengan itu berbuah kesempatan, menjadi relawan KIJP batch 6 dan pertama kali juga menginjakkan kaki di Pulau Tidung.

Pengalaman di KIJP :
Hari pertama diisi dengan Island Hoping, kegiatan dengan beberapa tema (pos kerjasama, pengetahuan umum, kreativitas, kepemimpinan, dan anak sehat) dan anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan nama pulau-pulau di Indonesia. Sedangkan untuk masyarakat, kami membuat kelas Kinchaku untuk ibu-ibu. Hari kedua, yaitu hari inspirasi, kegiatan mengajar dengan mengenalkan profesi para relawan dan #AnakSantunItuKeren dimulai.

Pengalaman ini sungguh tidak akan saya lupakan. Senyum anak-anak pulau, keramahan masyarakat, penyambutan pihak sekolah membuat saya seperti ada di dalam pusaran rasa syukur dan kebahagiaan. Mungkin yang saya dan teman-teman lakukan adalah hal kecil, bahkan saat ini belum dapat sepenuhnya dimengerti oleh anak-anak. Tapi saya yakin, ketika mereka beranjak dewasa, segala informasi yang kami tanamkan, walau hanya sebentar, walau sedikit, dapat bermanfaat untuk mereka di kemudian hari. Semoga Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau semakin merangkul banyak pihak dan masyarakat di seluruh Indonesia untuk terus berkarya. Karena saya yakin, ketika masih ada orang yang peduli, berarti masa depan bangsa bisa ke arah yang lebih baik.