Frans Mario Halomoan Simanjuntak
“Daripada berkeluh kesah dalam kegelapan permasalahan yang ada di Indonesia saat ini, sudah saatnya pemuda-pemudi Indonesia menyalakan semangat untuk menerangi Indonesia dengan asa, perjuangan, dan hal-hal positif.”

 

Orang-orang memanggil saya dengan panggilan Bang Frans. Tapi di sebuah komunitas sosial yang saya jalani hingga hari ini, ada sebutan lain yang didapatkan yaitu Babang Kanebo. Sebutan ini datang karena karakter saya yang taat aturan, kaku dan kering seperti kanebo. Tapi tenang, kanebo itu bisa menjadi lentur karena air. Ya, air. Dengan menjelajah pulau melewati lautan Indonesia, saya menjadi lebih lentur dan fleksibel. Penjelajahan itu saya lalui dari tahun 2014 hingga tahun ini, telah berlayar bersama Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) Batch 6 ke Pulau Sebira.

Batuphat, Aceh Utara, tempat saya Frans Mario Halomoan Simanjuntak, lahir dan dibesarkan. Sebuah daerah kecil dan tidak terkenal di Indonesia, di mana pendidikan masih tertinggal dari kota-kota besar yang ada di negara kita. Pendidikan yang tertinggal di sana, juga dirasakan oleh ayah saya yang dibesarkan di daerah terpencil yang berada di Sumatera Utara. Beliau harus memilih bekerja di usia muda ketimbang mengenyam pendidikan tinggi. Hal inilah yang memotivasi saya untuk bersekolah hingga ke perguruan tinggi dan mengawali kecintaan saya pada dunia pendidikan dengan menjadi asisten laboratorium di STT Telkom.

Lulus dari perguruan tinggi dan bekerja sebagai IT Network Engineer, memberikan saya kesempatan untuk mengunjungi banyak daerah di Indonesia, baik kota besar maupun terpencil. Rasanya seperti mengulang kembali memori masa kecil di depan mata saya, di mana pendidikan daerah terpencil masih jauh tertinggal dari ibukota. Saya terusik untuk berhenti mengeluh dan ingin mulai melakukan ‘sesuatu’ untuk dunia pendidikan Indonesia. Saat itulah saya mengenal Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) dan visi-misinya yang menyentuh dunia pendidikan anak di Kepulauan Seribu.

Tahun 2014 menjadi kali pertama saya bergabung di KIJP pada Batch 2 dan ditempatkan di Pulau Kelapa. Tak terhenti begitu saja, saya melanjutkan kegiatan jelajah pulau bersama KIJP pada Batch 3 di SDN Panggang 03, Batch 4 di SDN Kelapa 02, dan Batch 5 #GenerasiJujur di SDN Pulo Panjang. Tiga tahun bersama KIJP, saya mendapat tanggung jawab sebagai Koordinator Batch 6 yang bertemakan #AnakSantunItuKeren (#ASIK). Lalu kenapa #ASIK? Sebenarnya tema ini ditetapkan oleh Kabinet #BerlayarMakinAsyik sebelum terbentuknya kepanitiaan batch 6. Walau begitu, kata ‘santun’ memiliki misi yang sejalan dengan alasan saya bergabung di KIJP. ‘Santun’ berarti melakukan sesuatu di saat yang tepat dan dengan cara yang tepat. KIJP ingin membuka wawasan anak-anak di Kepulauan Seribu, Banten & Karimunjawa bahwa meraih cita-cita tidak hanya berbicara tentang nilai dan prestasi akademis. Bukankah kesantunan akan dapat membawa diri berinteraksi dengan sesama hingga masyarakat luas, dan secara tidak langsung mengantarkan anak-anak pulau kepada cita-citanya?

Hari yang dinantikan-pun tiba. Tanggal 21 Oktober 2017, saya dan para relawan berlayar bersama #KIJPBatch6 ke Pulau Sebira. Lebih cepat satu hari dari rekan-rekan relawan lain karena Pulau Sebira terletak paling utara dari gugusan Kepulauan Seribu sehingga membutuhkan perjalanan kapal selama 7 jam. Tentu ini bukanlah hal yang mudah. Namun hebatnya, teman-teman relawan Sebira memotivasi dengan saling menguatkan. Bahkan kami sempat menggelar acara makan siang liwetan bersama di kapal. Setelah kapal mendarat di pantai Sebira, kami disambut oleh anak-anak, orang tua, guru dan masyarakat. Setiap kami berinteraksi dengan masyarakat, mereka menawarkan rumahnya untuk kami kunjungi dan kamipun larut dalam senda gurau. Anak SD & SLTP Sebira juga antusias pada materi-materi yang kami sampaikan. #KIJPBatch6, sungguh membuat saya menguras tenaga namun juga emosi karena haru bahagia.

Saya berharap di tengah kendala transportasi dan jaringan komunikasi yang sulit, semangat anak-anak di Pulau Sebira untuk meraih cita-cita tidak padam. Sambutan yang dibawa oleh anak-anak Sebira meninggalkan ruang bagi para relawan. Kami percaya dengan kesantunan yang dimiliki anak-anak, mereka dapat menjadi Duta Sebira. Pulau Sebira akan dikenal oleh masyarakat umum. Dan suatu saat, mereka, Para Duta Sebira, akan kembali ke pulaunya untuk membangun dan menjawab semua tantangan yang ada di Pulau Sebira.

 

Hoppers, masih banyak hal-hal yang bisa kita kerjakan untuk anak-anak dan masyarakat sekitar di Kepulauan Seribu-Banten dan Karimunjawa. KIJP Batch 6 memang telah berakhir, tapi bukan berarti perjuangan kita telah usai. Sampai bertemu di kegiatan KIJP selanjutnya karena masih banyak kegiatan positif yang telah disiapkan oleh Kabinet #BerlayarMakinAsyik untuk sama-sama kita kerjakan.

Mari bersama, “Bangun Inspirasi Anak Indonesia!”

 

-emmasabatini-