Fahri Misan Muhammad – KIJP Run for Camp Anak Pulau 2017

KABAR DARI KABINET

“Apapun langkah kecil kita yang ditujukan untuk kebaikan, Insya Allah ada jalan dan ada hasilnya.”

Pria kelahiran Bogor yang sebelumnya sudah pernah berlari sejauh 71 kilometer ini menjadi pelari kedua dengan menempuh rute jalur selatan, yaitu Senayan-Palmerah-Pondok Indah, kembali lagi ke Senayan. Untuk Run For Charity ini, Fahri berlatih lari sebanyak tiga kali dalam seminggu, core training, long run, menjaga menu dan pola makan, serta tidur minimal delapan jam dalam sehari. Saat diajak berpartisipasi mengumpulkan donasi untuk CAP, ia pun langsung mengiyakan. “Kalau lari saja, manfaatnya hanya untuk diri sendiri. Saya pikir boleh juga kalau dengan berlari bisa bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Fahri mengaku titik terendahnya pada saat berlari di Jakarta Ultra Run ada pada  kilometer 18, dimana bekas cedera yang ia miliki tiba-tiba kambuh dan kondisi jalanan sudah sepi. Karena berlari untuk CAP, bayangan anak-anak menjadi penyemangat di tengah kegelapan dan kadar oksigen yang menipis. “Merubah mindset saat lelah untuk terus berlari sangat penuh perjuangan. Tapi malu dong sama anak-anak kalau saya menyerah saat berjuang untuk mereka” ucap Fahri yang pernah menjadi relawan pengajar di Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Panggang dan Pulau Pari.

Mengaku mudah lapar, menuju garis finish ia sempat mampir ke area jajanan di pinggir jalan GBK yang dilewatinya. “Ada tahu bulat yang sedang digoreng, langsung saya beli untuk mengganjal perut,” akunya. Selain itu, banyak hal unik yang ia alami, mulai dari membantu wisatawan asing yang tersesat hingga mengarahkan marshall bersepeda yang tidak tahu jalan. Tapi sesampainya di garis finish, ia merasa puas dan bersyukur bisa melewati rute lari dengan keadaan masih sehat.

Terakhir, Fahri berterima kasih kepada teman-teman panitia yang sudah memfasilitasi anak-anak pulau di CAP. “Ini adalah sebuah program yang sangat membantu anak-anak untuk membuka wawasannya. Alhamdulillah target donasi tercapai. Terima kasih para donatur,” ungkapnya.

Christina Nastasha – KIJP Run for Camp Anak Pulau 2017

KABAR DARI KABINET

 

“Lakukan apapun yang kita bisa untuk memberikan manfaat bagi kehidupan di sekitar kita. Ini adalah cara saya untuk menunjukkan kecintaan saya terhadap lari, anak-anak dan komunitas.”

Bagi wanita yang akrab dipanggil Sasha ini, KIJP merupakan bagian yang cukup penting dalam perjalanan hidupnya selama dua tahun terakhir. “Begitu banyak hal yang saya dapat. Tak sekedar pengalaman, pertemanan, dan keluarga baru,” ucap Sasha yang mengaku rekor lari terjauhnya ada di jarak half marathon (21.1 km). Oleh sebab itulah ia merasa perlu berbuat sesuatu untuk menutup kebutuhan dana pelaksanaan CAP. Niat tulusnya ditunjukkan lewat partisipasinya di Jakarta Ultra Run dengan berlari melewati rute Senayan-Gatsu-MT Haryono-Cawang-PGC, lalu kembali lagi ke Senayan.

Karena lari kali ini merupakan jarak terjauh bagi Sasha, wanita yang pernah menjadi relawan pengajar KIJP di Pulau Kelapa, Pulau Panggang dan Pulau Harapan ini memiliki persiapan khusus untuk berlaga untuk agenda Run For Charity yang digagas oleh KIJP Runners. “Latihan rutin berlari, sih. Tapi sejujurnya menjelang Jakarta Ultra kemarin sempat minim latihan karena flu berat dan kondisi fisik juga sedang tak baik,” ucapnya yang pada saat itu juga sedang mempersiapkan diri untuk berlari di Bali Marathon dan Jakarta Marathon. “Lelah pasti, tapi semua itu terbayar saat kita tahu alasan kita berlari untuk apa,” tambahnya.

Sebagai pelari pertama yang mulai berlari di pukul 19.00 WIB, Sasha merasa tingkat residu polusi udara di Jakarta masih tinggi, namun pada waktu itu fisiknya masih cukup baik. Sampai di kilometer 10 memasuki area Dewi Sartika-Cawang, Sasha mengalami blisters atau kulit melepuh di telapak kaki kiri, disusul kemudian telapak kaki kanannya juga mengalami hal yang sama di kilometer 13. “Saya harus memperlambat kecepatan agar tetap bisa berlari. Ditambah lagi, stok minuman saya habis, hingga memakan waktu 2,5 jam kemudian baru sampai di garis finish,” kenang Sasha. Sempat tidak yakin bisa sampai finish, Ia merasa perlu bertanggung jawab kepada para donatur. “Yang ada di pikiran saya pada saat itu hanya satu. Jika saya gagal, maka seluruh anggota tim akan gagal. Di situlah saya mendapat kekuatan lebih,” tegas Sasha.

CAP sendiri menurut Sasha merupakan kegiatan yang tidak mudah untuk direalisasikan. Namun, ia salut dengan tekad dan keberanian para relawan KIJP. Disamping itu, ia juga sangat berterima kasih kepada para donatur dan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mensosialisasikan aksi Run For Charity mereka. “Tuhan memberkati orang-orang yang berpartisipasi dalam donasi ini,” ungkap Sasha menutup wawancara.

KIJP RUN FOR CAMP ANAK PULAU 2017

KIJP RUN FOR CAMP ANAK PULAU 2017

KABAR DARI KABINET

PANTANG MAGER DEMI ANAK PULAU

Jarak total 125 km pun rela mereka tempuh. Karena bagi mereka, aksi lebih efektif dari sekedar orasi.

Pada 12-15 Januari 2017 KIJP akan mengadakan Camp Anak Pulau yang membawa serta 17 anak dari 11 pulau di Kepulauan Seribu dan Banten untuk kunjungan studi ke daratan. Tentunya, acara ini membutuhkan sokongan dana yang tidak sedikit.

Melihat kebutuhan Camp Anak Pulau (CAP), para pelari dari relawan KIJP yang menamakan diri mereka KIJP Runners memutuskan untuk membantu pengumpulan dana. Cara mereka cukup unik. Dengan  masing-masing berlari sejauh 25 Km, mereka mencoba untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap program inisiasi dari KIJP yang ditujukan bagi murid-murid berprestasi di Kepulauan Seribu serta Banten.

Hasilnya? Di akhir penutupan masa donasi, KIJP Runners berhasil mengumpulkan dana sebanyak 5.951.621 rupiah. Jumlah ini bahkan melebihi batas target mereka yang berada di nominal 5.000.000 rupiah. Berikut ini adalah profil para pelari kita yang berhati emas:

PAMERAN FOTO DAN VIDEO KIJP 2016 : “Kami Poetra dan Poetri Indonesia”

Pameran Foto dan Video

Setap keriuhan, setiap kebaikan, dan setiap nyala semangat bisa tersebar dan berlipat ganda dengan sangat cepat. Pun begitu dengan semangat KIJP dalam membangun inspirasi anak Indonesia. Semangat dan kebaikan, terus tumbuh dan menjalar ke penjuru nusantara. Salah punya peran besar dalam tersebarnya semangat tersebut dengan sangat cepat adalah tim dokumentator.

“Apa jadinya sebuah acara tanpa dokumentator?” – Quote salah seorang fotografer

Ya! Memsuki era informasi, media visual memegang peranan penting untuk memastikan pesan tersebut sampai dengan lebih akurat. Foto dan video merupakan media yang efektif untuk mentransfer semangat yang terjadi pada suatu acara, kepada orang yang bahkan sama sekali tidak pernah mendengar mengenai acara tersebut. Mengapresiasi karya fotografer dan videographer yang telah membersamai langkah Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau sejak tahun 2014, pada 23—28 Oktober 2016 dilaksanakan Pameran Foto & Video Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau bertajuk “Kami Poetra dan Poetri Indonesia”.

Bekerja sama dengan Galeri Indonesia Kaya, serta kurator Rosa Panggabean dan Putra Djohan, KIJP memamerkan 27 karya foto dan beberapa karya video. Pada pembukaan pameran, 23 Oktober 2016 pukul 15.00, turut hadir H. Budi Utomo, SH, MH – Bupati Kepulauan Seribu; Mutiara Asmara – Direktur Komunikasi Djarum Foundation; Maria Helena – Ketua KIJP; Astari Widiastomo – Ketua Pameran Foto & Video KIJP dan para Relawan Pengajar serta Dokumentatror KIJP dari seluruh Indonesia.

Bupati Kepulauan Seribu memberikan testimony positif mengenai kegiatan pameran sekaligus kegiatan KIJP, ” Saya menyambut gembira Pameran Foto & Video KIJP ini, terlebih foto-foto dan video yang yang ditampilkan sangat bagus dan menggugah dengan SD, para siswa/i serta guru yang berada di Kepulauan Seribu. Saya sungguh mengapresiasi semangat Kerelawanan teman KIJP karena teman-teman telah secara Suka & Rela melakukan ini semua tanpa pamrih, mengeluarkan biaya sendiri bagi kemajuan anak-anak. Oleh karena itu, kedepan dengan senang hati saya dan segenap jajarah PemKab Kepulauan Seribu siap membantu dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga semangat Jelajah Pulau yang dimulai dari Kepulaun Seribu ini dapat menular juga ke pulau-pulau lainnya di pelosok Indonesia.”

Pameran Foto dan Video KIJP ini diselenggarakan bukan sekedar selebrasi belaka, namun sebagai gotong royong penggalangan dana untuk rangkaian kegiatan KIJP selanjutnya yaitu Camp Anak Pulau yang rencananya akan mendatangkan 17 anak SD yang berprestasi di pulau beserta guru pendamping mereka untuk melaksanakan kegiatan study tour selama 3 hari di Jakarta.

Inilah beberapa foto keriaan yang telah berlalu dan karya-karya foto dan video yang mengabadikan kisah-kisah KIJP sepanjang tahun 2014 hingga 2016.

Well done rekan-rekan fotografer dan videografer, KIJP, dan semua pihak yang sudah mendukung. Jadi, gak perlu lagi kan kita bertanya, “Apa jadinya acara tanpa dokumentator?”

-Rendy Padmanaba-

Pulau Tunda Batch 5

Kegiatan Pulau

TENTANG PULAU

Pulau Tunda terletak di Laut Jawa di sebelah utara Teluk Banten, merupakan salah satu dari 17 pulau yang berada di Kabupaten Serang. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Seluruh Pulau Tunda masuk ke dalam satu desa yaitu Desa Wargasara yang dibagi atas dua kampung yaitu Kampung Barat dan Kampung Timur. Berdasarkan data Desa Wargasara tahun 2012, pulau dengan luas hampir 300 hektar ini, dihuni oleh 1.115 orang yang 80%-nya berprofesi sebagai nelayan, sedangkan sisanya bekerja sebagai petani, pedagang, wiraswasta, dan pegawai negeri sipil. Dari sisi kesejahteraan, penduduk Pulau Tunda masuk ke dalam kategori prasejahtera dan sejahtera 1.

Dahulu Pulau Tunda dikenal dengan nama Pulau Babi. Konon katanya jika dilihat dari atas, pulau ini berbentuk seperti babi yang sedang berbaring. Dalam Peta Maritim, pulau ini masih tertera dengan nama Pulau Babi. Ada banyak versi tentang asal muasal nama Pulau Tunda akan tetapi tidak ada satupun yang dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Pulau yang mulai dilirik sebagai tempat wisata, terutama wisata bahari snorkeling, menyelam dan memancing ini, dapat dicapai dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan Karangantu. Lama pelayaran sekitar 2-3 jam (tergantung cuaca). Wisata bahari tampaknya dilihat sebagai alternatif pekerjaan oleh beberapa penduduk pulau ini yang mulai beralih untuk menyewakan kapalnya mengantar wisatawan memancing. Permasalahan lingkungan yang patut dicatat dan berpotensi mengancam potensi wisata bahari yang ada di Pulau Tunda adalah sampah, tumpahan minyak, dan penggalian pasir.

Continue reading “Pulau Tunda Batch 5”

Pulau Panjang Batch 5

Kegiatan Pulau

TENTANG PULAU

Untuk bisa datang ke pulau yang berada di Teluk Banten ini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Dermaga Grenyang, Kabupaten Serang. Menurut seorang tokoh masyarakat setempat, Haji Juhri, Pulau Panjang pertama kali dihuni oleh orang-orang Bugis Mandar. Mendarat dengan menggunakan perahu khas Bugis Mandar, mereka mencari ikan di laut sekitar Pulau Panjang hingga kemudian menetap.

Seiring berjalannya waktu, pulau yang hanya memiliki satu desa yakni Desa Pulo Panjang, juga didiami oleh masyarakat Banten dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia seperti Cirebon. Masyarakat keturunan Bugis Mandar sendiri saat ini lebih banyak berkumpul membuat semacam perkampungan Bugis Mandar di Karangantu, Serang, Banten.

Meski demikian, peninggalan Bugis Mandar di Pulau Panjang hingga kini masih terjaga baik. Profesi sebagai nelayan dan yang terkait masih ada hingga kini. Bahkan menurut Akhmad Sukari, Kepala Desa Pulo Panjang, 80 persen pria yang bermukim di desa ini berprofesi sebagai nelayan. Para wanita tidak turun ke laut untuk menangkap hasil laut, melainkan berprofesi sebagai pemilah ikan pada usaha pengepakan ikan atau memilih profesi lainnya. Ada pula yang merintis usaha olahan rumput laut. Sayangnya, pada saat ini hanya menyisakan satu pelaku usaha. Berkurangnya jumlah maupun kualitas rumput laut dari sekitar Pulau Panjang, menjadi salah satu alasannya.

Continue reading “Pulau Panjang Batch 5”

Pulau Harapan Batch 5

Kegiatan Pulau

HARI INSPIRASI

Rangkaian hari inspirasi di SDN Harapan 01 dibuka dengan upacara bendera, mengenalkan para relawan, senam ‘Terhebat’ yang dipimpin oleh relawan, dan sesi mengajar di setiap kelas. Banyak cerita seru di hari inpirasi, mulai dari relawan yang dibuat sakit kepala karena murid berkelahi di dalam kelas, semangat para murid untuk bernyanyi lagu daerah, berinteraksi dengan para murid berkebutuhan khusus (ABK), dan rasa penasaran murid untuk mencoba bermacam alat peraga yang dibawa oleh relawan. Relawan dituntut untuk ekstra sabar dan kreatif dalam mengakomodasi berbagai karakter murid.

Tema #GenerasiJujur sebagai tema batch 5 tahun ini juga selalu dibawa dalam setiap materi mengajar, misalnya salah seorang relawan yang berprofesi sebagai public relations mengajarkan bahwa dalam kondisi seburuk apapun, kita tetap harus jujur dalam menginformasikan citra perusahaan kepada masyarakat dengan gaya bahasa dan penyampaian yang positif.

Continue reading “Pulau Harapan Batch 5”

Pulau Kelapa Batch 5

Kegiatan Pulau

HARI INSPIRASI

Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) Batch 5 #GenerasiJujur berkegiatan di dua sekolah yaitu SDN 01 Kelapa dan SDN 02 Kelapa. Ada banyak kegiatan seru yang terjadi ketika menjalani hari inspirasi, khususnya bagi para relawan yang baru bergabung di KIJP. Kebetulan sekali di SDN 01 Kelapa mayoritasnya adalah relawan baru. Hal ini menyebabkan banyak ide-ide baru dan segar yang terlontar. Walaupun terdapat kegagalan saat mengeksekusi ‘Human Mosaic’ namun lagu AKU BISA disambut oleh anak-anak dengan gembira dan semangat.

Sedangkan di SDN 02 Kelapa, para relawan dengan latar belakang profesi yang berbeda telah mempersiapkan bahan ajar yang menarik dengan menerapkan permainan dan eksperimen. Memang terlihat sederhana akan tetapi ini merupakan sesuatu yang baru dan menarik bagi anak-anak. Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari inspirasi, beberapa siswa membacakan puisi yang bertemakan tentang cita-cita dan terima kasih guruku. Kemudian, para relawan dan anak-anak membentangkan Bendera Merah Putih raksasa di lapangan dekat sekolah.

Continue reading “Pulau Kelapa Batch 5”