Make a conscious effort to surround yourself with positive, nourishing and uplifting people, people who believe in you, encourage you to go after your dreams and applaud your victories.”

 
Pelayaran kapal KIJP tahun ini tentu tak lepas dari peran tangan dingin orang-orang yang berada di balik layar. Kak Acha salah satunya. Astari Widiastomo atau akrab dipanggil Acha adalah Wakil Kapten KIJP Periode 2017-2018. Bersama beberapa relawan lainnya, Kak Acha menyisihkan sebagian waktu, tenaga dan pikiran untuk mengawal pelayaran kapal KIJP agar makin #ASIK.

Wanita kelahiran Madiun, 3 Februari 1988, telah menjadi keluarga besar KIJP sejak batch #3 pada Maret 2015. Pertemuan dengan KIJP berawal dari kegelisahannya sejak merantau ke Jakarta sebagai Program Officer untuk Humanitarian Program di Department of Immigration and Border Protection, Kedutaan Besar Australia. Pertanyaan tentang life goals-nya terus terngiang-ngiang di benak. Sebelum mengenal KIJP, hari demi hari hanya dihabiskan dengan teman-teman kantor. Padahal sewaktu menempuh pendidikan di Amerika, Kak Acha sering terlibat dalam aneka kegiatan sosial. Ia ingin kembali merasakan dan berkecimpung di kegiatan sosial di ibukota Indonesia.

“Twitter menjadi gerbang awal saya mengenal KIJP, yang kala itu sedang membuka pendaftaran untuk relawan batch #3 pada Maret 2015. Dan sejak saat itu, KIJP menjadi bagian dari keseharian saya,” tutur Kak Acha.

Tahun 2016, Kak Acha mendapat pengalaman berkesan saat berlayar ke Pulau Sebira. Salah satu pulau yang terletak di sebelah utara Jakarta dengan jarak tempuh kurang lebih 8 jam perjalanan laut. Perjalanan Kak Acha dan kelompoknya diwarnai dengan insiden mesin kapal mati, ombak tinggi, dan angin kencang. Mereka harus merasakan 30 menit terombang-ambing di tengah laut hingga bantuan dari Bapak Hasanudin, guru agama di Pulau Sebira, datang. Perjalanan yang tak mulus itu digantikan oleh haru, ketika senyum manis adik-adik dalam iringan rebana dan tarian tradisional menyambut kami.

 

 

Keterlibatan aktif Kak Acha di KIJP membawanya pada amanah sebagai Kepala Divisi Treasury Kabinet Periode 2016-2017. Tak hanya itu, Kak Acha juga diberi tanggung jawab sebagai Koordinator Utama Pameran Foto dan Video KIJP 2016 bertemakan “Kami Poetra dan Peotri Indonesia”. Ini adalah pameran foto dan video KIJP yang pertama, sebuah apresiasi kepada para relawan dokumentator baik fotografer maupun videografer. Pameran ini diselenggarakan bukan sebagai selebrasi belaka, tetapi juga bentuk gotong royong penggalangan dana untuk rangkaian kegiatan KIJP selanjutnya yaitu Camp Anak Pulau.

“Tahun 2018, KIJP akan mengadakan kembali Pameran Foto dan Video dengan menitikberatkan pada keragaman. Tak perlu mengkotak-kotakkan orang lain, apakah ia orang kota, desa, pulau, ataupun orang gunung. Karena ‘Nusantara Adalah Kita,” jelas Kak Acha.

Tiga tahun berkecimpung di KIJP tentu membuat Kak Acha memiliki harapan-harapan, baik kepada KIJP sendiri maupun para relawan. Sebagai komunitas yang semakin besar dengan relawan tak sedikit, KIJP tentu harus semakin berkembang dan tak hanya sekadar melebarkan layar.

“Kegiatan-kegiatan inspirasi KIJP adalah sebuah investasi jangka panjang. Saya berharap, KIJP akan mampu mengembangkan sebuah tools untuk memantau progres dan melihat hasilnya. Sama halnya seperti berkebun, kita harus tahu apakah tanaman kekurangan air, pupuk, atau sinar matahari. Agar tanaman tersebut tumbuh dengan subur dan bisa menghasilkan panen terbaik,” tandas Kak Acha.

 

Bagi Kak Acha, KIJP tidak hanya menawarkan rasa nyaman, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari akses pendidikan di pulau-pulau Indonesia. Berinteraksi dengan anak-anak pulau, serta support system mereka yaitu bapak/ibu guru dan orangtua. Ini pasti juga yang dialami oleh seluruh relawan KIJP baik dokumentator maupun pengajar. Jika dukungan dan partisipasi seluruh relawan dapat mengembangkan layar KIJP hingga ke Kepulauan Karimunjawa, maka bukankah kini saatnya kita untuk lebih peduli kepada peningkatan kualitas kegiatan dan community development untuk masyarakat pulau?

“Saya tidak sabar untuk melihat inovasi-inovasi yang akan dibawa oleh para relawan KIJP di masa mendatang,” ungkap Kak Acha penuh semangat.

 

-lestari-

Foto : Jerry Azim & Izzati, dokumentator Pulau Kelapa Batch #6